Topologi Jaringan Wireless
Jaringan Komputer
Tujuan utama dari dibangunnya suatu jaringan komputer adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Atau dengan kata lain, Topologi jaringan bisa diartikan, Cara menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan.
Tujuan utama dari dibangunnya suatu jaringan komputer adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Atau dengan kata lain, Topologi jaringan bisa diartikan, Cara menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan.
Topologi jaringan topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.

Media Transmiter
Untuk saat ini ada beberapa media transmitter tanpa kabel, diantaranya ada bluetooth, infra red, gelombang radio, gelombang mikro, dll.
1. Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Dari sini dapat kita tangkap bahwa jangkauan pengiriman data menggunakan bluetooth memiliki jarak yang lumayan pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah jika dibanding dengan frekuensi radio.
Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.
2. Infra red
Dalam kehidupan sehari-hari sinar inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV. Suatu jaringan nirkabel yang menggunakan cara yang seperti di atas untuk mentransmisikan data-data.
3. Gelombang Radio Narrow-Band
Gelombang Radio Narrow-Band disebut juga dengan Gelombang Radio Frekuensi Tunggal karena pada medium pentransmisiannya menggunakan gelombang radio berfrekuensi tunggal untuk mentransmisikan data. Adapun dalam penggunaannya gelombang ini dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari pada sinar inframerah. Hal ini dikarenakan gelombang radio dapat memantul melalui dinding, gedung, bahkan atmosfer bumi. Tetapi gelombang radio ini tidak dapat menembus dinding yang terbuat dari besi.
4. Gelombang Radio Spread Spectrum
Transmisi data menggunakan gelombang radio spread spectrum dikembangkan oleh angkatan bersenjata untuk memecahkan beberapa masalah komunikasi dengan gelombang radio. Dalam teknik ini gelombang radio menggunakan beberapa frekuensi untuk mentransmisikan data. Spread spectrum memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan teknik gelombang radio frekuensi tunggal.
5. Gelombang Mikro (microwave)
Penggunaan media penghubung dengan microwave (gelombang mikro) memiliki kelebihan pada jaraknya yang tidak terbatas. Terdapat dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu:
a. Terrestrial Microwave
Pada teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antenna parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Pengaturan letak antena parabola yang akan digunakan sebagai transmitter dan receiver pada teknik ini harus diperhatikan, mengingat sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.
b. Satellite Microwave
Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda. Apabila stasiun yang dituju letaknya berlawanan dengan letak satelit yang digunakan sebagai relay, maka satelit tersebut akan memancarkan sinyal ke satelit lainnya yang letaknya tidak berlawanan dengan stasiun tujuan. Karena jarak yang ditempuh oleh suatu sinyal yang ditransmisikan dari bumi (station transmitter) menuju satelit dan kembali lagi menuju bumi (satelit receiver) sangat jauh, maka terdapat propagation delay yang berkisar antara 0,5 hingga 5 detik. Gelombang mikro ini beroperasi pada frekuensi antara 11-14 GHz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps.
Topologi Jaringan Wireless Repeater
Repeater alat yang digunakan untuk menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Dengan adanya repeater ini jarak antarjaringan komputer dapat dibuat lebih jauh.
Mode Repeater
Media Transmiter
Untuk saat ini ada beberapa media transmitter tanpa kabel, diantaranya ada bluetooth, infra red, gelombang radio, gelombang mikro, dll.
1. Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Dari sini dapat kita tangkap bahwa jangkauan pengiriman data menggunakan bluetooth memiliki jarak yang lumayan pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah jika dibanding dengan frekuensi radio.
Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.
2. Infra red
Dalam kehidupan sehari-hari sinar inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV. Suatu jaringan nirkabel yang menggunakan cara yang seperti di atas untuk mentransmisikan data-data.
3. Gelombang Radio Narrow-Band
Gelombang Radio Narrow-Band disebut juga dengan Gelombang Radio Frekuensi Tunggal karena pada medium pentransmisiannya menggunakan gelombang radio berfrekuensi tunggal untuk mentransmisikan data. Adapun dalam penggunaannya gelombang ini dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari pada sinar inframerah. Hal ini dikarenakan gelombang radio dapat memantul melalui dinding, gedung, bahkan atmosfer bumi. Tetapi gelombang radio ini tidak dapat menembus dinding yang terbuat dari besi.
4. Gelombang Radio Spread Spectrum
Transmisi data menggunakan gelombang radio spread spectrum dikembangkan oleh angkatan bersenjata untuk memecahkan beberapa masalah komunikasi dengan gelombang radio. Dalam teknik ini gelombang radio menggunakan beberapa frekuensi untuk mentransmisikan data. Spread spectrum memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan teknik gelombang radio frekuensi tunggal.
5. Gelombang Mikro (microwave)
Penggunaan media penghubung dengan microwave (gelombang mikro) memiliki kelebihan pada jaraknya yang tidak terbatas. Terdapat dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu:
a. Terrestrial Microwave
Pada teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antenna parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Pengaturan letak antena parabola yang akan digunakan sebagai transmitter dan receiver pada teknik ini harus diperhatikan, mengingat sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.
b. Satellite Microwave
Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda. Apabila stasiun yang dituju letaknya berlawanan dengan letak satelit yang digunakan sebagai relay, maka satelit tersebut akan memancarkan sinyal ke satelit lainnya yang letaknya tidak berlawanan dengan stasiun tujuan. Karena jarak yang ditempuh oleh suatu sinyal yang ditransmisikan dari bumi (station transmitter) menuju satelit dan kembali lagi menuju bumi (satelit receiver) sangat jauh, maka terdapat propagation delay yang berkisar antara 0,5 hingga 5 detik. Gelombang mikro ini beroperasi pada frekuensi antara 11-14 GHz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps.
Topologi Jaringan Wireless Repeater
Repeater alat yang digunakan untuk menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Dengan adanya repeater ini jarak antarjaringan komputer dapat dibuat lebih jauh.
Mode Repeater
Di dalam mode repeater, access point mempunyai kemampuan menyediakan sebuah jalur upstream wireless kejaringan kabel

Soal 3.4
Soal 3.4
- Jelaskan perbedaan antara switch dengan hub ?
- Kenapa ketinggian satelit berbeda – beda, apa tujuannya ?
- Jelaskan prinsip kerja wireless sehingga data bisa dikirimkan ?
- Pada pengiriman lewat udara, route datanya menyebar, lalu bagaimana receiver bisa mengenali datanya ?
- Kenapa fiber optik bandwidthnya lebih besar ?
Jawaban
- Pada switch dan hub jelas berbeda, dimana pada penggunaan switch pembagian bandwidthnya sama sedangkan pada hub bandwidthnya di bagi berdasarkan jumlah komputer yang terhubung ke hub.
- Pada satelit memiliki ketinggian yang berbeda – beda dimana letak satelit yang paling tinggi memiliki cakupan nilai yang luas sedangkan yang paling rendah jelas memiliki cakupan luas yang sempit. Hal ini dapat di ilustrasikan seperti sinar senter, ketika sinar senter dekat dengan lantai daerah yang terkena sinar kecil tetapi ketika senter kita tarik semakin jauh dari lantai maka cakupan area yang terkena sinar lebih luas.
- Pada system wireless mula – mula data yang akan dikirimkan dimodulasi dengan sinyal carier yang frekuensinya tinggi, setelah dimodulasi sinyal dipancarkan dan di sisi penerima sinyal tersebut di demodulasi dan di dapatkan data yang diinginkan
- Pada kasus seperti ini, sinyal yang pertama kali di terima di proses kemudian bila ada sinyal yang lain masuk maka akan dibandingkan dengan sinyal yang sudah masuk sebelumnya, jika hasilnya sama sinyal yang baru masuk akan dibuang tapi bila sinyal yang masuk tidak sama dengan sinyal sebelumnya maka sinyal akan dip roses
- Antara kabel biasa dan fiber optik, bandwidth fiber optik lebih besar karena bandwidth erat hubungannya dengan kecepatan pengiriman, dimana kecepatan cahaya lebih tinggi dari pada kecepatan listrik yang mengalir. Untuk itulah kenapa bandwidth fiber optik lebih besar.
Pembuatan Kabel Jaringan dengan RJ45
Pemasangan kabel UTP pada port RJ-45 tidak dapat digunakan urutan warna sembarangan. Untuk penggunaan tertentu, harus digunakan urutan warna yang berbeda karena sudah menjadi aturan. Apabila aturan itu diabaikan, maka koneksi akan gagal atau kurang maksimal.
Cara pemasangan kabel jaringan dengan media transmisi kabel UTP dibagi menjadi dua, yaitu:
-Straigh-Through
-Cross-Over
Cara pemasangan kabel jaringan dengan media transmisi kabel UTP dibagi menjadi dua, yaitu:
-Straigh-Through
-Cross-Over
Urutan pengkabelan pun berbeda antara Cross (Crossover) dan (Straight-through). Berikut kita bahas cara pembuatannya. Sebelumnya kita persiapkan peralatan yg dibutuhkan.
- 1. Kabel UTP Seperlunya
- 2. RJ-45 (8P8C modular jack)
- 3. Crimp Tool
- 4. Cable Tester
- 5. Switch
LANGKAH PEMBUATAN KABEL DENGAN CARA STRAIGHT
1. Siapkan Kabel UTP, Panjangnya Sesuai Kebutuhan.
2. Kupas kedua ujung Bagian Terluar atau Kulit dari akbel UTP, kira-kira 5cm menggunakan crimp tool. sehingga akan terlihat kabel 8 warna didalamnya.
3. Urutkan Kabel sesuai urutan yang diinginkan, T568A atau T568B
4. Kedua ujung kabel dibuat sama persis urutan warnanya, berikut ini urutan warna untuk Straight :
· Putih-Orange | Orange
· Putih-Hijau | Biru
· Putih Biru | Hijau
· Putih Coklat | Coklat
5. Masukkan ujung kabel yang sudah diurutkan kedalam RJ-45, pastikkan Ujung kabel benar-benar masuk dan menyentuh ujung bagian dalam RJ-45
6. Gunakan Crimping tool untuk merekatkan kabel dengan RJ-45. Masukkan Pada Lubang yang pas dengan RJ-45. tekan hingga terdengar suara.
7. Setelah kedua ujung berhasil dibuat. lakukkan Tes menggunakan Cable Taster. pasang kedua sisi ujung kabel pada Cable Taster. perhatikkan Kabel lednya, jika semua led menyala bergantian sesuai urutannya berarti kabel yang telah dibuat siap untuk dipakai.
LANGKAH PEMBUATAN KABEL DENGAN CARA CROSS
1. Siapkan Kabel UTP, Panjangnya Sesuai Kebutuhan.
2. Kupas kedua ujung Bagian Terluar atau Kulit dari akbel UTP, kira-kira 5cm menggunakan crimp tool. sehingga akan terlihat kabel 8 warna didalamnya.
3. Urutkan Kabel sesuai urutan yang diinginkan, T568A atau T568B
4. Kedua ujung kabel menggunakan urutan yang berbeda, berikut ini urutan warna untuk Croos.
v Ujung I :
· Putih-Orange | Orange
· Putih-Hijau | Biru
· Putih Biru | Hijau
· Putih Coklat | Coklat
v Ujung II :
· Putih-Hijau | Hijau
· Putih-Orange | Biru
· Putih-Biru | Orange
· Putih Coklat | Coklat
5. Masukkan ujung kabel yang sudah diurutkan kedalam RJ-45, pastikkan Ujung kabel benar-benar masuk dan menyentuh ujung bagian dalam RJ-45
6. Gunakan Crimping tool untuk merekatkan kabel dengan RJ-45. Masukkan Pada Lubang yang pas dengan RJ-45. tekan hingga terdengar suara.
7. Setelah kedua ujung berhasil dibuat. lakukkan Tes menggunakan Cable Taster. pasang kedua sisi ujung kabel pada Cable Taster. perhatikkan Kabel lednya, jika semua led menyala bergantian sesuai urutannya berarti kabel yang telah dibuat siap untuk dipakai.
Setelah langkah-langkah di atas terselesaikan maka hasilnya seperti berikut :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar