Perangkat pada layer-layer OSI MODEL
Application layer
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
Presentation layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atauRemote Desktop Protocol (RDP)).
Session layer
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Transport layer
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Network layer
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
Data-link layer
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Physical layer
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
refrensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI
refrensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI
A. Pengertian OSI Model
OSI Model adalah model atau acuan arsitektural utama untuk network yang men deskripsi kan bagaimana data dan informasi network dikomunikasikan dari sebuah aplikasi komputer ke aplikasi komputer lain.
OSI bukan suatu h/w melainkan panduan bagi vendor agar devicesnya dapat berjalan di jaringan. Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data.
| Lapisan OSI Model | Keterangan |
| | Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer,seperti program e‐mail, dan service lain yang jalandi jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. |
| | Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen,.gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi. |
| | Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”. |
| | Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end‐to‐end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling). Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya. |
| | Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket. |
| | Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. |
| | Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem. |
B. Pengertian TCP/IP Model
TCP/IP adalah Satu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan.
Tujuan utama model TCP/IP adalah bagaimana menciptakan suatu sistem yang mampu menghubungkan jaringan-jaringan komputer secara bersama-sama tanpa melihat adanya perbedaan.
TCP/IP terdiri dari sub-protokol, yang beroperasi pada lapisan (layer) yang berbeda. Lapisan-lapisan tersebut terdiri atas : Network Access Layer , Internet Layer, Transport Layer dan Application Layer
| | Protokol pada layer aplikasi TCP/IP menyediakan servis-servis bagi software-software yang berjalan pada komputer. Layer aplikasi tidak menyediakan software itu sendiri tapi hanya menyediakan servis-servis yang bisa dimanfaatkan oleh software yang berjalan pada komputer kita. Layer ini berisi bermacam-macam protocol tingkat tinggi, seperti TELNET, FTP dan SMTP, DNS, NNTP dan HTTP. |
| | Dirancang untuk memungkinkan entity per entity pada host sumber dan host tujuan untuk melakukan percakapan, sama halnya pada transport layer OSI. Layer ini melibatkan dua sub protokol, yaitu TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol). TCP merupakan protokol reliable connection oriented yang mengijinkan sebuah aliran byte yang berasal dari suatu mesin (komputer) untuk dikirimkan tanpa error kesebuah mesin yang ada diinternet serta mengatur kecepatan proporsional pentransmisian data. UDP digunakan secara meluas pada jenis transmisi yang mengutamakan pengiriman cepat dibanding pengiriman akurat. (pengiriman percakapan atau video). |
| | Tugas dari layer ini adalah untuk mengijinkan host mengirimkan paket ke network dan memungkinkan paket-paket itu berjalan sendiri-sendiri ke tempat tujuannya. Analogi dari sistem ini adalah Surat Pos. contoh: Menyediakan fungsi IP addressing, routing dan penentuan path terbaik. Protokol yang berada di lapisan ini : IP (Internet Protokol), ICMP (Internet Control Message Protocol), IGMP (Internet Group Management Protocol). |
| | Mendefinisikan protokol dan hardware yang digunakan untuk pengiriman data misalnya cabling, pemberian header dan trailer sehingga data bisa melewati tipe-tipe network yang berbeda topologi, mentransmisi data yang berupa bits ke jaringan, dsb. Protokol pada layer ini antara lain Ethernet pada jaringan LAN atau PPP pada WAN, juga termasuk Frame Relay. |
| | Physical layer mendefinisikan karakteristik yang dibutuhkan hardware untuk membawa sinyal data transmisi. Hal hal seperti level tegangan, nomor dan lokasi pin interface, didefinisikan pada layer ini. |
C. Perbedaan dan Persamaan
a. Persamaan
1. Memiliki transport dengan fungsi yang sama.
2. Sama-sama menggunakan teknologi paket switching
3. Dua-duanya punya transport dan network layer yang dapat dibandingkan
4. Dua-duanya menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
b. Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
1. TCP/IP menggabungkan presentation dan session layers kedalam application layers.
2. TCP/IP menggabungkan OSI-data link dan physical layers kedalam network access layer.
3. TCP/IP Protocol adalah standar dalam pengembangan internet.
4. Memiliki application layer yang sama dengan layanan berbeda
5. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer
6. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application.
7. Layer Network pada OSI Layer direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.
8. Layer Network Access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan kata lain, Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical.
9. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”
Teknologi 7 OSI LAYER (SEVEN OSI LAYER)
Keterangan :
1. Application => Menyediakan jasa bagi pengguna. Seperti aplikasi yang ada pada jaringan. Contoh : Email, Browser, Opera, dan lain-lainnya.
2. Presentation => Mengkonversi data atau format data untuk transfer data. Contoh : Konversi ASCII menjadi text, JPEG, GIF menjadi gambar dan lain-lainnya. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data dan enkripsi.
3. Session => Menjaga koneksi antarra dua terminal, serta memelihara dan mengaturnya. Contohnya : protokol SQL, RPC.
4. Transport => Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen-segmen. Menjaga koneksi end-to-end antar terminal, penanganan dan error handling.Contoh protokolnya : TCP, UDP, SPX.
5. Network => Menentukan alamat jaringan, menentukan alamat yang di ambil selama perjalanan dan menjaga antrian traffic yang datanya berbentuk paket. Contoh protokolnya : IP, IPX ARP, RARP, ICMP, RIP.
6. Data Link => Menyediakan link untuk data dan memaketkannya dalam bentuk frame yang berhubungan dengan hardware dan di transfer menggunakan kartu jaringan. Mengatur komunikasi layer fisik serta penanganan error. Contoh protokolnya SLIP, PPP, MTU
7. Physical Layer => Merubah data menjadi bit dan mentransfernya melalui media. Seperti kabel, dan koneksi fisik antar system/terminal. Contoh protokolnya : 10baseT, 100baseT, RS232.
Teknologi 7 OSI LAYER (SEVEN OSI LAYER)
Keterangan :
1. Application => Menyediakan jasa bagi pengguna. Seperti aplikasi yang ada pada jaringan. Contoh : Email, Browser, Opera, dan lain-lainnya.
2. Presentation => Mengkonversi data atau format data untuk transfer data. Contoh : Konversi ASCII menjadi text, JPEG, GIF menjadi gambar dan lain-lainnya. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data dan enkripsi.
3. Session => Menjaga koneksi antarra dua terminal, serta memelihara dan mengaturnya. Contohnya : protokol SQL, RPC.
4. Transport => Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen-segmen. Menjaga koneksi end-to-end antar terminal, penanganan dan error handling.Contoh protokolnya : TCP, UDP, SPX.
5. Network => Menentukan alamat jaringan, menentukan alamat yang di ambil selama perjalanan dan menjaga antrian traffic yang datanya berbentuk paket. Contoh protokolnya : IP, IPX ARP, RARP, ICMP, RIP.
6. Data Link => Menyediakan link untuk data dan memaketkannya dalam bentuk frame yang berhubungan dengan hardware dan di transfer menggunakan kartu jaringan. Mengatur komunikasi layer fisik serta penanganan error. Contoh protokolnya SLIP, PPP, MTU
7. Physical Layer => Merubah data menjadi bit dan mentransfernya melalui media. Seperti kabel, dan koneksi fisik antar system/terminal. Contoh protokolnya : 10baseT, 100baseT, RS232.
Referensi















